Senin, 08 April 2019

LESSON STUDY SEBAGAI MODEL SUPERVISI SEKOLAH

Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi seperti yang diamanahkan dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kompetensi yang dimaksud, dalam PP No.74 Tahun 2008 adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas profesionalannya. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi profesional, pedagogi, sosial dan kepribadian yang bersifat holistik. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan dari hilir sampai ke hulu melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, sebut saja di antaranya penyelenggaraan sertifikasi guru melalui portofolio, PLPG dan yang terkini adalah kebijakan PPG. Semua kebijakan yang dikeluarkan ini membawa perubahan-perubahan sejak guru masih menjadi calon guru atau masih sebagai mahasiswa di LPTK yang tentunya akan menyentuh kurikulum Pendidikan guru di LPTK (tidak akan saya bahas disini).
Pada postingan ini saya tergelitik untuk mengaitkan lesson study yang notabene adalah kegiatan pembinaan profesi pendidik dengan supervisi sekolah yang juga merupakan kegiatan pembinaan profesi guru (dan tenaga kependidikan). Akan menarik jika kegiatan yang mempunyai tujuan selaras ini digabungkan.
Mengapa.....?
Karena jika kegiatan supervisi sekolah dilakukan dengan model lesson study, maka learning community akan terbentuk di sekolah tanpa disadari dan peningkatan kualitas pembelajaran akan menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap guru untuk dilakukan secara terus menerus.
                             
           
Lesson study - Supervisi 
  
Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik selanjutnya kita sebut guru melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson study berkembang di Jepang sejak awal tahun 1900an dan merupakan terjemahan langsung dari bahasa Jepang jugyokenkyu, yang berasal dari dua kata jugyo yang berarti lesson atau pembelajaran, dan kenkyu yang berarti study atau research atau pengajian. Jadi lesson study berdasarkan etimologi katanya berarti pengajian terhadap pembelajaran. 
Sedangkan supervisi adalah salah satu usaha pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah untuk menstimulir, mengkoordinir dan membimbing secara kontinyu baik secara individual maupun secara kolektif, agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pembelajaran. Tujuan supervisi sekolah adalah untuk mengembangkan profesionalisme, menumbuhkan motivasi dan pengawasan kualitas. Salah satu jenis supervisi yaitu supervisi klinis, mempunyai sasaran yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis. Siklus ini dimulai dari tahap perencanaan, pengamatan, hingga analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajaran dengan tujuan memperbaiki proses pembelajaran. 
Berdasarkan uraian singkat tentang lesson study dan supervisi sekolah, terlihat keduanya mempunyai tujuan yang sama, untuk perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan profesionalisme guru. Sehingga menjadi suatu keniscayaan bahwa supervisi sekolah bisa dilakukan dengan model lesson study.

Lebih lengkapnya silahkan unduh disini 

MP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar